Rabu, 28 September 2011

bencana itu penting

Orang mudah melupakan bencana, padahal dengan mengingat bencana orang dapat belajar untuk tidak melakukan kesalahan kecil yang dapat berakibat fatal, kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono.
 
"Karena itu diperlukan buku atau museum untuk mengingatkan orang tentang bencana agar mereka mengingat dan belajar," katanya pada peluncuran buku "Membidik Peristiwa Jadi Berita" dan pembukaan pameran foto "Thirty Frames of Jogja" karya Regina Sjafrie di Bentara Budaya Yogyakarta, Selasa.
 
Menurut dia, belajar tentang bencana yang pernah terjadi diperlukan karena biasanya terjadi secara berulang, meskipun waktunya tidak dapat diprediksi. Contohnya, sebelum gempa besar melanda Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2006, gempa yang lebih besar pernah melanda daerah itu pada 1943.
 
"Namun, ketika saya bertanya kepada seseorang yang menurut perkiraan saya mengalami peristiwa itu, apakah ia ingat tentang gempa tersebut, orang itu menjawab tidak ingat pernah terjadi gempa besar di DIY pada tahun itu," katanya memberi contoh.
 
Ia mengatakan, melalui buku peristiwa bencana akan terekam dengan baik sehingga jika bencana berulang upaya penanggulangan dapat dilakukan secara lebih baik.
 
Selain buku, keberadaan museum yang berkaitan dengan pengetahuan tentang bencana seperti Museum Gunung Merapai juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk mempelajari sebuah bencana dan cara penanggulangannya.
 
"Tetapi sayangnya di Indonesia berkunjung ke museum belum menjadi suatu kebutuhan seperti halnya di negara maju," katanya.
 
Padahal, dengan berkunjung ke museum, orang dapat belajar banyak tentang sesuatu yang bermanfaat tanpa harus membaca ratusan buku.
 
Pada kesempatan itu, Surono juga mengatakan, saat ini aktivitas sebanyak 23 gunung berapi di Indonesia berada di atas normal, dengan 18 gunung di antaranya berstatus waspada dan lima berstatus siaga.
 
Kondisi itu merupakan hal yang wajar, karena pascagempa Aceh pada 2004, aktivitas gunung berapi di Hawaii yang berjarak sekitar 12.000 km dari pusat gempa di Aceh juga meningkat.
 
Sementara itu, penulis buku "Membidik Peristiwa Jadi Berita" Regina Sjafrie mengatakan, buku itu menyasar kaum muda yang meminati bidang jurnalistik terutama foto sehingga ditulis dengan gaya bahasa yang ringan dan mudah dicerna.
 
Buku yang diterbitkan Galang Press itu, katanya, terdiri atas empat hal pokok yakni bencana, kebangkitan, spirit persatuan dan tangkapan kamera.
 
"Dengan buku ini saya berharap masyarakat makin memahami profesi wartawan foto dan mendorong banyak orang untuk menjadi wartawan di lingkungannya (citizen Journalism)," kata wartawan foto ANTARA ini.

orang utan di kelapa sawit

Lembaga Swadaya Masyarakat Centre for Orangutan Protection (COP) mendesak Kementerian Kehutanan dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan pengusutan terhadap kasus pembantaian orangutan.
"Kita mendesak kepada Kementerian Kehutanan, untuk melakukan penegakan hukum terkait dengan pembantaian orangutan yang dianggap sebagai hama di areal perkebunan-perkebunan kelapa sawit," kata Juru Kampanye COP, Hardi Baktiantoro.
Hardi mengatakan, pihak yang memiliki wewenang untuk melakukan tindakan hukum kepada orang-orang yang diduga melakukan pembantaian terhadap satwa yang dilindungi itu adalah Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Hardi mengatakan bahwa tanpa penegakan hukum, pembantaian terhadap orangutan (pongo pygmaeus) itu akan terus terjadi.
"Dokumen-dokumen rencana aksi tidak akan menolong orangutan, upaya evakuasi hanya bersifat sementara menghindarkan orangutan dari pembunuhan," kata Hardi, yang juga mengatakan bahwa hal itu bukan solusi permanen.
Hardi menambahkan, orangutan yang akan dilepaskan kembali ke alam liar hanya menunggu untuk diburu dan dibunuh atau dengan terpaksa harus diselamatkan kembali apabila tidak ada proses penegakan hukum.
"Kita harus berani melihat kenyataan bahwa tidak ada kemajuan yang berarti. Tidak ada alasan satwa-satwa ini tidak dilindungi karena aturan hukumnya sudah jelas," tegas Hardi.
Hardi menegaskan, kejadian itu bukan merupakan konflik antara manusia dan orangutan, akan tetapi lebih cenderung ke arah pemusnahan.
"Komitmen dan dukungan masyarakat internasional juga terus mengalir melalui beragam proyek konservasi, dari riset di alam hingga rehabilitasi," tambah Hardi.
Berdasarkan data dari COP, BKSDA Kaltim dan COP telah mengevakuasi sedikitnya empat orangutan dari Muara Kaman serta dua orangutan lainnya di Muara Wahau pada 26 Juli 2011.
Dalam proses evakuasi tersebut, satu induk orangutan ditemukan mati dan telah dikubur dengan kondisi memperihatinkan dan banyak bekas pukulan, kedua pergelangan tangan terluka serta jari-jari yang putus.
Sedangkan di Kalimantan Tengah, COP mengidentifikasi satu tengkorak orangutan dan mengevakuasi tiga anak orangutan yang ditangkap masyarakat. COP juga menemukan empat tengkorak orangutan lainnya pada 20 Agustus 2011.
Puluhan orangutan dikabarkan telah menjadi bulan-bulanan warga Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Kartanegara, dengan alasan satwa tersebut dianggap sebagai hama yang merusak dan menggagalkan panen tanaman kepala sawit.
Aksi tersebut diakhiri dengan memotong kepala satwa itu dan dikabarkan aksi tersebut terjadi di sebuah areal konsesi perkebunan kelapa sawit. waah bayangin aja lucu ya
gimana kalau di rumah kita yang ada orang utan????
ada lagi nih yang lagi heboh :
tentang fergusan yang tersinggung sama david beckam
Penemuan harta karun bernilai besar yang berisi muatan berharga ditemukan. Media Dailymail mewartakan, baru-baru ini, reruntuhan kapal kargo Inggris yang diyakini membawa hingga 240 ton perak ditemukan di Samudra Atlantik bagian utara, 70 tahun setelah tenggelam saat Perang Dunia II berkecamuk.
Harta karun yang ditemukan pada kapal bernama SS Gairsoppa itu diyakini mencapai 155 juta poundsterling. Kapal itu ditemukan berada pada kedalaman 4.700 meter. Perusahaan ekplorasi kelautan Amerika Serikat Odyssey yang menemukan bangkai kapal itu.
Robot pencari bawah laut yang menemukannya. Ketika itu robot melihat sebuah reruntuhan kapal dengan bendera cat merah dan hitam milik perusahaan navigasi Inggris-India dengan lubang torpedo di sisinya. Atas keberhasilannya menemukan harta karun, Odyssey akan mendapatkan 80 persen dari nilai barang muatan yang terdapat dalam kapal tersebut.
Kapal tersebut tenggelam akibat hantaman torpedo kapal milik Nazi atau Jerman pada 1941 silam. Dari 84 awak kapal, hanya seorang penumpang kapal nahas terebut yang berhasil selamat.
Odyssey mengatakan, pemerintah Inggris berencana melakukan pencarian terhadap kapal Inggris yang tenggelam lainnya, termasuk kapal HMS Sussex yang membawa 10 ton emas pada 1694 silam.

Yahoo Melewatkan Facebook

Tahukah Anda kalau Mark Zuckerberg pernah nyaris menjual hak kepemilikan Facebook kepada Yahoo? Tahun 2006, Yahoo melihat potensi Facebook cukup besar untuk dijadikan lawan MySpace. Mereka sempat menawarkan uang sebesar US$ 1 miliar kepada Mark.

Namun saat akuisisi nyaris terjadi, tiba-tiba Yahoo mengalami penurunan saham sampai 22 persen. Reaksi Yahoo? Bernegosiasi menurunkan tawaran harga kepada Mark menjadi US$ 800 juta saja. Jelas dirinya menolak dan akhirnya memutuskan untuk membesarkan Facebook sendirian.

Selasa, 20 September 2011

Gratis Jeh liberty-loan.com

100% Gratis Jeh, Silahkan daftar :

http://www.liberty-loan.com/?ref=bangcool

Tak kasih link ku wae, bek menowo hoki. Pas daftar kita dikasih $1 sebgai modal awal.
Sistime.. koyo HYIP perhari $0.01, biso langsung WD setelah akun kita menunjukkan duit $0.01, tp jangan coba WD $0.01 lo yo. Ini karena LR motong $0.01/transaksi (biso2 entuk cuman $0).
Ki lo buktine dari liberty loan:

100% tanpa modal, gurung ngereff blas (makane gawe kenean bekne ono seng gabung gek entuk tambahan ko reff2an).
Monggo daftar, sebelume buat LR baru yo, ben LR seng asli aman sentausa. Sebenere ini adalah web buat pinjaman (kreditan jeh). Untunge admin yo soko kreditane wong2 US kono. Nak masalah bagi2ne aku yo ra paham. Penting selama gratis terus hasil yo tak jupuk. Oklek...!!!

Succes kabeh wes...!!!
Amin